Skip to main content

Mudik atau Pulang Kampung Itu Gak Penting

Jadi bagaimana nih menurut kalian menanggapi hal ini?

Sekarang lagi pada heboh berita terkait ungkapan dari Bapak Presiden kita, Jokowi Widodo, mengenai arti kata ‘mudik’ dan ‘pulang kampung’. Beberapa mengatakan ungkapan yang dilontarkan oleh beliau adalah hal yang keliru. Namun, tak sedikit pula yang memberikan pendapat yang sejalan dengan apa yang telah diungkapkan oleh Bapak Jokowi. Lantas, pendapat mana yang perlu kita ikuti?

Pembahasan mengenai mudik dan pulang kampung ini, ramai dibicarakan dikarenakan adanya larangan pemerintah mengenai kegiatan mudik ditahun 2020. Wajar saja peraturan tentang larangan mudik ini dikeluarkan mengingat wabah COVID masih berkembang dengan sangat pesat. Namun dikarenakan pembahasan mengenai dua istilah bahasa ini, tampaknya pusat perhatian para netizen telah bergeser dari yang semula sibuk memantau kasus mengenai COVID, kini telah beranjak memperdebatkan ungkapan mengenai mudik dan pulang kampung yang disampaikan oleh Bapak Presiden.

Berbicara mengenai dua istilah ini, jika dilihat dari artinya maka maknanya akan sama yakni sama-sama pulang ke suatu daerah. Hanya saja, jika kita lihat dari waktu dan tujuannya maka akan ada perbedaan. Jika kita berbicara mengenai mudik, maka kegiatan ini akan dilakukan disaat menjelang lebaran (momen lebaran tiba) dengan tujuan antara satu dengan yang lain adalah sama, yakni sama-sama mereyakan hari lebaran. Sedangkan jika kita merujuk dengan kata pulang kampung, tentu ini tidak terikat dengan yang namanya momen lebaran dan tujuan setiap orang akan berbeda-beda. Bisa saja orang yang pulang kampong dikarenakan ada hal yang perlu diurus ditempat asala ataupun ada hal genting lainnya. Seperti halnya mahasiswa yang kekurangan uang saku, lalu ia memutuskan untuk pulang ke rumah. Apakah ini disebut mudik atau pulang kampung? Bisa jawab kan guys? Kalau kesulitan bisa tanya mbah Google yak. Hehe…

Betewe, aku bukanlah orang yang paham benar mengenai tatanan bahasa ataupun perihal mengenai kebahasaan (linguistic). Hanya saja, sebagai bagian dari netizen, aku juga gemas melihat saudara-saudaraku ini yang memeprdebatakna dua istilah ini hingga terlontar kata-kata yang menurutku tidak sepantasnya dikeluarkan. Karena kalau menurut pandanganku, jika harus ada yang diperdebatkan bukan mengenai makna dari dua istilah tersebut. Namun mengenai penggunaan istilah yang dipakai dalam kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik. Kok bisa?

Pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai larangan untuk mudik. Disisi lain kegiatan pulang kampung tidak dilarang. Padahal dua kegiatan ini berpotensi untuk memperluas penyebaran COVID. Jika memang harus ada yang diperdebatkan, menurutku hal itu adalah penggunaan dua istilah ini. Bukan mengenai arti dari setaip masing-masing istilah. Apalagi diperdebatkan hingga ada yang mengaku malu memliki sosok presiden seperti Bapak Jokowi.

Aku yakin kita semua paham bahwa segala seuatu itu pasti ada yang namanya kelebihan dan kekurangan. Sistem pemerintahan pun juga begitu. Disaat yang seperti ini, dengan wabah yang semakin merajalela, tidak ada untungnya jika hal ini dijadikan sebagai bahan cemoohan. Negeri kita sedang dilanda musibah, guys. Hal yang kita lakukan adalah saling mendukung, menolong dan bahu membahu bukan memperolok-olok antara satu dengan yang lain.

Tidak ada manusia yang sempurna. Pemerintah saat ini sedang berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan negeri kita. Jadi mari kita lebih bijak lagi dalam menanggapi suatu berita ataupun informasi. Masih banyak kekurangan. Iya, memang perlu diakui. Oleh karena itu, yuk sebagai bangsa kita saling support.

Comments

Popular posts from this blog

You Deserve to be Okay

All of us have a mistake or some. We cannot deny that having mistakes is one of the things that sometimes cause us to feel regret all the time. It seems all we had been through  is just a shitty thing since we assume having mistakes is the worst thing. Every time you try to run away from all mistakes you did but end up with the tears full of regrets. Why this happened? It’s because you never find a peace in your heart. Is it because of you who can’t forget those mistakes or it’s just you who can’t forgive yourself? Every people in the world have and will do a mistake or even a lot. The more steps they take the more mistake they have. It seems living in the world is impossible to avoid a single mistake even you’ve already tried to be careful of what will you do.   Even when you are trying to run away or run as faster as you can, still, you will comply and deal with kind of mistakes. is mistake a permanent knot of our life? And why we should have one or more mistakes? Well, ...

Smoke Everywhere: What You Need to Know

As a part of living, earth is a place where smoke can be frequently discovered; disturbing and irritating for each individual breathing out. Smoke is not generated by only fire or even a neighbor's activity on burning something yet a cigarette. Have you ever visited someone’s home and found a smell of cigarette smoke? For those smokers, t his may not be a big problem compared with non-smokers who definitely are susceptible to respond to this kind of smell. Concerning on smoke, according to the American Thoracic Society, two types of smoke are identified based on their existence; second and third-hand smoke. Both may cause a health problem especially on the respiratory system as each individual gets difficult to breathe. Afterward, what the difference? “Third-hand smoke refers to residual exposure via surface that have encountered cigarette smoke as it is different from secondhand smoke that occurs from inhaling smoke from others using cigarettes.” To make it s...