Saat masih kuliah dulu, aku mencoba untuk tidak hanya focus pada bidang akademik saja tapi juga kegiatan diluar bidang akademik. Seperti mengikuti kegiatan kampus dan include di dalam sebuah organisasi. Kenapa? Dulu aku tidak berpikir jauh ingin mengasah skill. Aku hanya berpikir, aku tidak ingin menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’ (kuliah pulang). Wkwkwk ….
Motivasil sekecil itulah yang mendorongku untuk selalu mau menjadi bagian dari kepanitiaan sebuah acara atau bahkan menjadi bagian dari sebuah organisasi. Awal mula, aku bingung mengatur jadwal antara kuliah, kegiatan kampus, kegiatan asrama (karena aku tinggal di asrama) dan bekerja. Gak kebayangkan gimana hecticnya?
Aku ingat betul, tahun 2016 dan waktu itu aku masih disemester 3. Seseorang menawarkanku untuk bekerja disebuah koperasi. Tentu saja aku tidak langsung menerima tawaran tersebut. Aku memepertimbangkan tawaran tersebut terlebih dahulu. Hingga akhirnya, dengan penuh kesadaran akan adanya resiko yang akan aku dapat, aku menyetujui untuk menerima tawaran tersebut.
Disaat yang beramaan, aku juga telah terdaftar dalam sebuah kepanitiaan untuk acara tahunan kampus serta menjadi bagian dari sebuah organisasi di asrama.
Semua kegiatan tersebut aku jalani dengan seksama. Walau kadang saat perkuliahan berlangsung, aku tidak berkonsentrasi karena mengantuk dan bahkan waktu belajar di asrama akhirnya berkurang. Tapi, tentunya aku bersyukur karena aku masih bisa memperoleh hasil bagus dalam bidang akademik. Walaupun ada penurunan dan hal ini tak bisa dipungkiri. Karena segala sesuatunya memiliki resiko dan aku, mau tidak mau, juga harus menerima resiko tersebut.
Tapi dari kegiatan seperti itulah, aku belajar mendidik diri. Poin yang paling aku highlight adalah perihal management. Mulai dari self-management hingga time-management. Hingga akhirnya aku mulai terbiasa dengan ‘tidak hanya focus terhadap satu kegiatan’. Kebiasaan inilah yang akhirnya membiasakan aku untuk selalu menantang diri. Mencoba untuk mengambil opportunity lain yang sekiranya bisa aku handle dalam waktu yang bersamaan.
Seperti halnya saat aku berada disemester 5, aku membuka usaha ‘print-printaa’ di asrama dan menjabat sebagai ketua dari sebuah organisasi. Sedang 6 bulan setelah usaha ‘print-printan’ berjalan, aku mencoba untuk menjalankan bisnis olshop . Setelah masa jabatanku habis sebagai ketua organisasi, diakhir semester 7 aku mencoba melamar sebagai freelance scriptwriter.
Kagiatan hectic seeprti inilah yang membantuku untuk terbiasa dalam hal time-management. Capek pasti. Tapi, hasil yang diperoleh dari pengalaman-pengalaman seperti inilah yang menurutku begitu sangat membantu dan berharga. Selain menjadi cerita tersendiri, aku juga belajar banyak hal. Aku jadi kenal banyak orang, mengerti akan menghandle suatu acara atau dan masalah dalam suatu kegiatan dan company, memliki pengetahuan dalam korepondensi, mengasah skill leadership, sampai belajar tentang bagaimana harus berkomunikasi tidak hanya kepada satu pihak tapi banyak pihak. All of those experiences are so amaizing!
Comments
Post a Comment